{
  "fields": [{"id":"_id","type":"int"},{"id":"derajat_kesehatan","type":"text"},{"id":"jumlah","type":"text"}],
  "records": [
    [1,"ANGKA KEMATIAN",""],
    [2,"- - Jumlah Bayi Lahir Hidup","9749"],
    [3,"- - Angka Lahir Mati","93"],
    [4,"- - Jumlah Bayi Mati","124"],
    [5,"- - Angka Kematian Bayi (AKB)","12,72"],
    [6,"- - Jumlah Balita Mati","137"],
    [7,"- - Angka Kematian Balita (AKBA)","14,05"],
    [8,"- - Jumlah Kematian Ibu","17"],
    [9,"- - Angka Kematian Ibu","174,38"],
    [10,"ANGKA KESAKITAN",""],
    [11,"- - AFP Rate ( non polio ) < 15 Tahun","0"],
    [12,"- - Angka Insidens TB ( Tuberkolosis ) Paru",""],
    [13,"- - Angka Prevalensi TB Paru",""],
    [14,"- - Angka Kematian Akibat TB Paru",""],
    [15,"- - Angka Penemuan Kasus TB Paru ( CDR )","35,44"],
    [16,"- - Success Rate TB Paru","79,2"],
    [17,"- - Jumlah penderita baru TBC BTA yang ditemukan dan diobati","5063"],
    [18,"- - Jumlah perkiraan pendeira baru TBC TBA","8046"],
    [19,"- - Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA","62,9"],
    [20,"- - Penemuan dan Penanganan Pneumonia Balita","100"],
    [21,"- - Jumlah Kasus Baru HIV ( Human Immunodeficiency Virus )",""],
    [22,"- - Jumlah Kasus Baru AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome )",""],
    [23,"- - Jumlah penderita HIV/AIDS",""],
    [24,"- - Jumlah Infeksi Menular Seksual Lainnya",""],
    [25,"- - Jumlah Kematian Karena AIDS","96"],
    [26,"- - Donor Darah Diskrining Positif HIV",""],
    [27,"- - Persentase Penemuan dan Penanganan Diare (%)","100"],
    [28,"- - Jumlah Kasus Baru Kusta ( Pausi Basiler )","0"],
    [29,"- - Jumlah Kasus Baru Kusta ( Multi Basiler )","0"],
    [30,"- - Angka Penemuan Kasus Baru Kusta ( NCDR )","0"],
    [31,"- - Persentase Kasus Baru Kusta 0 - 14 Tahun (%)","0"],
    [32,"- - Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta (%)","0"],
    [33,"- - Angka Prevalensi Kusta","0"],
    [34,"- - Penderita Kusta PB Selesai Berobat ( RFT PB )","1"],
    [35,"- - Penderita Kusta MB Selesai Berobat ( RFT MB )","1"],
    [36,"- - Jumlah Kasus Difteri","0"],
    [37,"- - Case Fatality Rate Diftery","0"],
    [38,"- - Jumlah Kasus Pertusis","0"],
    [39,"- - Jumlah Kasus Tetanus ( non neonatorum )","0"],
    [40,"- - Case Fatality Rate Tetanus ( non neonatorum )","0"],
    [41,"- - Jumlah Kasus Tetanus ( neonatorum )","0"],
    [42,"- - Case Fatality Rate Tetanus ( neonatorum )","0"],
    [43,"- - Jumlah Kasus Campak","0"],
    [44,"- - Case Fatality Rate Campak","0"],
    [45,"- - Jumlah Kasus Polio","0"],
    [46,"- - Jumlah Kasus Hepatitis B",""],
    [47,"- - Incidence Rate DBD ( Demam Berdarah )","3,75"],
    [48,"- - Case Fatality Rate DBD ( Demam Berdarah )","0"],
    [49,"- - Angka Kesakitan Malaria ( Annual Parasit Incidence )","0,005"],
    [50,"- - Case Fatality Malaria ( Annual Parasit Incidence )","0"],
    [51,"- - Angka Kesakitan Filariasis","0"],
    [52,"STATUS GIZI",""],
    [53,"- - Penimbangan Bayi Baru Lahir","9749"],
    [54,"- - Jumlah Bayi Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR )","33"],
    [55,"- - Jumlah Balita","51545"],
    [56,"- - Jumlah Balita Gizi Baik",""],
    [57,"- - Jumlah Balita Gizi Kurang",""],
    [58,"- - Jumlah Balita Gizi Buruk",""],
    [59,"- - Jumlah balita gizi lebih",""],
    [60,"- - Prevalensi balita dengan berat badan rendah/kekurangan gizi",""],
    [61,"- - Prevalensi balita gizi buruk","0,18"],
    [62,"- - Prevalensi balita gizi kurang","3,1"],
    [63,"- - Prevalensi balita gizi baik","92,93"],
    [64,"- - Cakupan balita gizi buruk mendapatkan perawatan","100"],
    [65,"- - Proprosi penduduk dengan asupan kalorai di bawah tingkat 1.400 Kkal/kapita/hari",""],
    [66,"- - Proprosi penduduk dengan asupan kalorai di bawah tingkat 2.000 Kkal/kapita/hari",""],
    [67,"- - Kasus Penyakit Tidak Menular di Puskesmas dan Rumah Sakit",""]
]}
